Ayam

6 Keistimewaan Ayam Cemani

intisari-online.com intisari-online.com

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ayam cemani merupakan salah satu jenis ayam hias termahal di dunia. Bisa dikatakan bahwa ayam ini adalah “Lamborghini-nya” ayam. Karena ayam yang berasal dari Indonesia ini terbilang cukup langka dan harganya untuk seekor anakan ayam cemani yang berumur satu hari saja bisa dihargai 2,5 juta di Amerika. Bahkan, harga tersebut bisa meningkat berlipat-lipat jika dijual di pasar gelap.

Di balik harganya yang selangit, ayam yang memiliki warna yang serba hitam ini menyimpan segudang misteri dan keajaiban yang tidak diketahui oleh banyak orang. Berikut beberapa misteri dan keajaiban ayam cemani.

Terkenal Sejak Zaman Majapahit

Berdasarkan cerita dari masyarakat kota Temanggung, ayam cemani berasal dari Jawa Tengah dan sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Pemilik pertama ayam ini adalah petapa sakti bernama Ki Ageng Mangkuhan. Namun, pada waktu itu ayam cemani memiliki paruh berwarna putih dan pernah digunakan untuk mengobati penyakit seorang anak pejabat di daerah tersebut. Akhirnya, penyakit anak tersebut dapat diobati.

Baca juga: Harga dan Jenis Ayam Kate

Setelah sukses digunakan untuk mengobati penyakit, ayam cemani tersebut dikawinkan dengan ayam lainnya yang sama-sama memiliki warna yang hitam legam. Dari hasil perkawinan itu, ayam yang lahir justru keseluruhan badannya berwarna hitam legam, termasuk paruhnya juga berwarna hitam. Karena hal ini, ayam tersebut dinamakan ayam cemani, yang diambil dari bahasa Sansekerta dan memiliki arti ayam hitam legam.

Ayam Cemani Menjadi Pelengkap Upacara Adat

Dengan keunikan yang dimiliki, ayam cemani dipercaya oleh masyarat mempunyai kekuatan magis dan mampu untuk menolak bala yang berasal dari makhluk halus. Biasanya, digunakan dalam berbagai kegiatan ritual dan upacara adat. Hingga saat ini, kegiatan seperti itu sering digunakan di Indonesia. Namun, mitos atau kepercayaan yang ada dalam masyarat tersebut hingga saat ini tidak bisa dibuktikan.

Ayam Cemani Tidak Simpan Pertanda Buruk

Ayam cemani dikenal dengan warnanya yang serba hitam. Bahkan bisa dikatakan 100% warnanya hitam. Mulai dari bulu, kulit, mata, daging, darah, hingga tulangnya berwarna hitam. Hal ini menjadi sebab munculnya berbagai kepercayaan di masyarakat.

Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa ayam cemani dapat mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya. Dikatakan bahwa semakin hitam ayam tersebut, maka semakin beruntung pemiliknya. (Baca juga: Ternak Ayam Kalkun dengan Hasil Maksimal)

Kepercayaan ini hingga saat ini masih belum bisa dibuktikan kebenarannya. Walaupun demikian, masyarakat Indonesia hingga saat ini masih mempercayai kepercayaan tersebut. Semoga kepercayaan ini lambat laun akan hilang di kalangan masyarakat Indonesia. Karena kepercayaan seperti ini merupakan hal yang salah dan tidak bisa dibenarkan.

Cemani Semakin Langka

Saat ini, populasi ayam cemani sangat menurun drastis. Maka, tidak heran jika harga ayam cemani sangat mahal. Berdasarkan data BackyardChickenCoops, jumlah ayam cemani di seluruh dunia hanya terdapat sekitar 3500 ekor saja. Hal ini disebabkan oleh tingkat perkembangbiakannya cukup terbatas dan hanya bisa dibudidayakan di Indonesia dan beberapa negara Eropa saja.

Selain itu, peternak yang ada di Indonesia juga semakin sedikit, sehingga jumlahnya pun semakin berkurang. Hal ini disebabkan juga ada anggapan berternak ayam cemani bertentangan dengan agama karena identik dengan berbagai ritual.

Baca juga: Ayam Ketawa dan Harganya

Mengapa warna cemani bisa hitam?

Mungkin sebagian orang masih bertanya-tanya mengapa ayam cemani berwarna hitam. Hal ini sangat berbeda dengan jenis ayam lainnya bahkan semua jenis hewan lainnya. Hal ini lah yang menyebabkan munculnya berbagai mitos dan kepercayaan di kalangan masyarakat Indonesia. Padahal, menurut penelitian warna hitam pada ayam cemani terjadi akibat dari kondisi genetik unik yang disebut fibromelanosis.

Telurnya Berwarna Putih

Yang paling mengherankan dari ayam cemani adalah telurnya. Telur ayam cemani memiliki warna dan bentuk sama dengan telur pada umumnya, yaitu berwarna krem atau putih tulang dengan bintik merah muda. Ketika bagian dalam dilihat pun tetap sama dengan telur ayam pada umumnya. Wrna hitam baru muncul setelah embrio ayam cemani muncul.

Menurut prediksi ilmuwan, warna putih telur itu muncul karena proses mutasi fibromelanosis yang terjadi pada sel ayam cemani tidak menular pada cangkang telur. Hal ini disebabkan cangkang telur terdiri dari kristal kalsium karbonat yang pada dasarnya sama di hampir semua jenis ayam.

You Might Also Like

6 Comments

  1. 1

    Aku belum pernah lihat langsung Ayam Cemani, tapi sering dengar ceritanya

  2. 2

    Di tempat saya ayam cemani sering dihubungkan dengan klenik dan hal-hal yang berbau mistis, padahal ayam cemani sama aja kek ayam biasa dan bisa dimakan, cuma warnanya aja yang unik. tapi ada gak ya ayam cemani bakar? mungkin kalaupun ada harganya bisa sangat mahal dan gak bisa dibedain mana daging yang matang dan mana daging yang gosong hahaha..

  3. 3

    Ayam cemani kalau di panggang seperti apa ya

  4. 4

    boleh saya beli ga mas ayam cemani kalo boleh hrga nya berapa….???? ini no hp ku 085791339798

  5. 5

    Kami menyediakan berbagai umur ayam cemani dari yang umur 1bulan sampai jago, bulu walik, bulu lidi atau rajek, khusus LIDAH HITAM ready , dan TIDAK ADA DARAH HITAM, langsung saja datang ke ds. Kedu ,kec.Kedu Temanggung atau bagi yang jauh kami siap bantu kirim ke seluruh indonesia. Reseller welcome!!!!!!! Dan foto-foto bisa cek INSTAGRAM atau FANSPAGE, info :
    085643361179 (sms,telphone, WhatsApp)
    pin : 58220525 (BBM)
    Instagram : @cemanikedu
    Twitter : @CemaniKedu
    Tumblr : @cemanikedu
    Fanspage : facebook.com/CemaniKeduAsli

  6. 6

    Saya ada menyimpan ayam cemani sejuk beku..baru sembelih…sapa mahu pm 0143294715(malaysia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>