Jahe Merah

Cara Menanam dan Budidaya Jahe Merah dalam Karung atau Polybag

Penyiraman Jahe Merah

Cara Menanam dan Budidaya Jahe Merah – Jika kamu memiliki lahan yang kosong, meskipun lahan kosong tersebut cukup sempit, sebaiknya lahan tersebut dimanfaatkan untuk budidaya jahe merah. Selain harganya cukup bagus di pasaran, jahe merah juga memiliki banyak sekali manfaat yang berguna untuk kesehatan.

Sehingga, jika saa masyarakat mau untuk menanami jahe merah d lahan kosongnya, tentu mereka tidak perlu repot-repot untuk mencari tanaman obat. Lahan yang digunakan untuk budidaya jahe merah tidak perlu luas. Namun, jika ada lahan yang luas itu lebih baik. karena semakin luas lahan yang digunakan, maka semakin besar pula hasil panennya.

Lahan kosong yang sempit juga cukup untuk budidaya jahe merah ini. Karena jahe merah dapat ditanam dengan memanfaatkan karung atau polybag.

Menanam jahe merah dalam karung atau polybag ini memang tidak membutuhkan lahan yang luas. Selain hemat lahan kosong, menanam jahe merah dalam karung atau polybag ini juga dapat membuat benih tanaman menjadi sehat dan bebas dari berbagai penyakit tanaman yang dapat menyebabkan daun layu.

Sehingga, hasil yang didapatkan juga tentu meningkat. Lalu, bagaimana cara menanam jahe merah dalam karung atau polybag? Untuk mengetahui bagaimana cara menanam atau budidaya jahe merah dalam karung atau polybag, mari kita simak ulasan berikut ini.

Menyiapkan Media Tanam

www.youtube.com

www.youtube.com

Langkah pertama yang perlu disiapkan untuk budidaya jahe merah ini adalah menyiapkan media tanam. Media tanam yang digunakan adalah karung atau polybag.

Baca Juga: Undangan Pernikahan

Jika media tanam yang digunakan untuk budidaya jahe merah adalah karung, maka gunakan karung bekas. Semakin besar ukuran karung yang digunakan, maka semakin besar pula produktivitas jahe merah tersebut. Namun jika menggunakan polybag sebagai media tanamnya, sebaiknya gunakan polybag yang memiliki ukuran minimal 40 x 50 cm.

Menyiapkan Media Pengisi

buahtropic.blogspot.com

buahtropic.blogspot.com

Untuk media pengisi di dalam karung atau polybag antara lain: tanah, pasir, dan pupuk organik. Perbandingan ketiga media isi yang digunakan adalah 1:1:1 atau 1:1:2.

Tanah

luciafebriarlita17.wordpress.com

luciafebriarlita17.wordpress.com

Untuk medapatkan hasil yang maksimal, salah satu faktor yang sangat berpengaruh adalah media tanam yang berkualitas. Salah satunya adalah kualitas tanah yang digunakan untuk menanam jahe merah. Tanah yang baik untuk digunakan menanam jahe merah adalah tanah yang gembur dan subur. Tanah gembur yaitu remah dan komposisi antara liat, pasir, dan debunya seimbang. Sedangkan, tanah yang subur yaitu tanah yang memiliki banyak kandungan unsur hara. (Baca Juga: Bunga Anggrek)

Jika tanah yang digunakan sebagai media tanam jahe merah sudah baik, yaitu sudah gembur dan subur, maka sebenarnya tidak perlu lagi menggunakan media lain. Namun, sangat sulit sekali untuk mendapatkan tanah yang gembur dan subur. Oleh karena itu, dibutuhkan media tanam lain, yaitu pasir dan pupuk untuk membuat budidaya jahe merah subur.

Pasir atau Sekam

griyahidroponikjogjakarta.blogspot.com

griyahidroponikjogjakarta.blogspot.com

Sebelumnya sudah dipaparkan bahwa jika media tanam tanah sudah gembur dan subur, maka tidak diperlukan lagi media tanam pasir. Namun memang cukup sulit untuk mendapatkan tanah yang gembur dan subur. Oleh karena itu, diperlukan pasir untuk media tanam jahe merah ini. (Baca Juga: Buaya Terbesar di Dunia)

Pasir yang digunakan untuk budidaya jahe merah ini adalah pasir ladu atau pasir yang bercampur dengan lumpur. Selain pasir jenis ini memiliki harga yang murah, pasir ini juga masih memiliki kandugan bahhan-bahan mineral endapan.

Pupuk Organik

kebutuhankita.com

kebutuhankita.com

Pupuk organik yang bisa digunakan untuk media tanam budidaya jahe merah adalah pupuk kandang, pupuk kompos, atau pupuk bokashi. Pupuk dari produk NASA juga bisa digunakan untuk menanam jahe merah ini.
Jika pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang, maka pupuk kandang yang baik adalah pupuk kandang yang sudah dihancurkan dan difermentasi. Sehingga, akar tanaman lebih cepat menyerap.

Setelah ketiga media tanam, yaitu tanah, pasir, dan pupuk sudah tersedia, maka langkah selanjutnya adalah mencampur ketiga media tersebut sampai merata sambil dibersihkan benda-benda yang menggangu, seperti batu, plastik, atau benda lainnya.

Langkah selanjutnya adalah memasukkan media tersebut ke dalam karung atau polybag yang sudah disiapkan sebelumnya. Media isi cukup dimasukkan 1/4 bagian saja dari karung atau polybag. Karena dalam proses selanjutnya akan terus ditambah dengan pupuk organik.

Membibitkan Jahe

Pemilihan Benih

pohonrindang.com

pohonrindang.com

Dalam tahap pembibitan jahe merah ini, langkah awal yang harus dilakukan adalah pemilihan benih. Benih yang digunakan untuk pembibitan jahe merah diambil dari rimpangnya. Rimpang yang baik untuk benih adalah rimpang yang segar, sehat, ukurannya normal atau besar, tidak cacat atau terluka, dan berasal dari induk yang cukup tua dan sehat.

Tujuan pemilihan benih yang baik adalah agar hasil dari jahe merah berkualitas dan panen banyak. Oleh karena itu, sebaiknya pilih rimpang untuk benih yang berasal langsung dari petani dan jangan mengambil dari pasar. Meskipun sudah diambil dari petani, rimpang yang sudah didapatkan masih perlu di sortir kembali untuk diambil rimpang yang terbaik.

Pengecambahan

mohayatirham.blogspot.com

mohayatirham.blogspot.com

Benih yang sudah disortir tidak sepenuhnya bebas dari jamur. Untuk berjaga-jaga agar benih tidak terkena serangan jamur, rendam benih terlebih dahulu menggunakan larutan fungsida selama 15 menit. Selain cara itu, bisa juga cukup diremdam atau dibasahi dengan air.

Selanjutnya letakkan pada nampah dan tempatkan di tempat yang lembab agar berkecambah. Agar benih tetap lembab, maka benih harus tetap di kontrol dan basahi lagi jika benih sudah mulai agak kering. Benih jahe merah akan mulai berkecambah sekitar 2 minggu.

Penyemaian

gratisarif.blogspot.com

gratisarif.blogspot.com

Benih jahe merah akan mulai berkecambah sekitar 2 minggu ke depan. Selama masa tunggu benih jahe merah berkecambah, kita bisa menyiapkan tempat untuk penyemaian berupa petak dengan ukuran 1 x 2 m. Petak tersebut dibatasi dengan batubata dan di dalamnya diisi dengan pasir dan pupuk organik.

Setelah tempat penyemaian selesai dibuat, sebaiknya tempat penyemaiannya tidak diletakkan di daerah yang terdapat sinar matahari dan hujan secara langsung.

Setelah benih berkecambah, langkah selanjutnya adalah menanam benih tersebut ke dalam petak yang sudah disiapkan sebelumnya sedalam 4-5 cm. Benih-benih yang ditanam tersebut akan mulai tumbuh dan menjadi tanaman muda jahe merah sekitar 2-4 minggu.

Setelah benih jahe merah tersebut tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm, maka bibit diambil atau dipotong mulai dari rimpangnya untuk ditanam di media karung atau polybag yang sudah disiapkan sebelumnya. Pada umumnya, satu buah rimpang dapat tumbuh sekitar 2-4 bibit jahe merah.

Menanam

www.youtube.com

www.youtube.com

Langkah selanjutnya setelah penyemaian adalah penanaman tanaman jahe merah muda ke dalam polybag atau karung. Langkah yang satu ini perlu hati-hati karena bisa merusak tanaman muda jahe merah. Untuk menanam bibit jahe merah, buatlah lubang sebesar ukururan pangkal bibit. Masukkan bibit jahe merah kedalam lubang tersebut dan tutup dengan media isi hingga padat.

Setelah semua bibit sudah ditanam, langkah selanjutnya adalah menyiram bibit menggunakan air bersih agar tanaman mendapatkan air yang cukup. Ingat, jangan letakkan tanaman jahe merah tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsug. Namun, letakkan tanaman jahe merah di tempat yang terdapat naungannya sekitar 2,5 bulan.

Memelihara

Setelah bibit ditanam di polybag atau karung, langkah selanjutnya adalah memelihara tanaman jahe merah agar tetap subur. Langkah yang satu ini cukup mudah, tapi perlu kesabaran dan ketelatenan. Karena membutuhkan beberapa minggu untuk melakukan pekerjaan yang sama, yaitu penyiraman, penyiangan dan penggemburan media, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.

Penyiraman

mohiyosrosyid.wordpress.com

mohiyosrosyid.wordpress.com

Tanaman jahe merah membutuhkan air agar tetap bisa tumbuh. Untuk itu, perlu dilakukan penyiraman setiap hari. Sebaiknya penyiraman dilakukan pada sore hari.

Sebagian petanai menggabungkan budidaya jahe merah dengan budidaya ikan dalam kolam. Hal ini untuk mempermudah dalam penyiraman dan ketersediaan air saat musim kemarau. Selain itu, air kolam diharapkan dapat memberikan unsur hara bagi tanaman.

Tahap penyiraman ini dilakukan hingga tanaman jahe memasuki fase senecense (mengering), yaitu saat tanaman jahe merah sudah tua dan mendekati masa panen.

Penyiangan dan penggemburan

yysalishlah.blogspot.com

yysalishlah.blogspot.com

Tahapan penyiangan dan penggemburan ini sangat penting untuk pertumbuhan tanaman jahe merah. Karena biasanya media tanam jahe merah akan ditumbuhi oleh rumput. Agar rumput-rumput tersebut tidak menggangu masa tumbuh tanaman jahe merah, terlebih 4 bulan pertama, maka perlu dilakukan penyiangan.

Sebagian petani memanfaatkan mulsa jerami pada media tanam untuk meminimalisir tumbuhnya rumput. Selain penyiangan, penggemburan media isi jahe merah juga perlu dilakukan. Hal ini guna menyediakan media tumbuh tanaman jahe merah dengan baik. Dengan penggemburan ini, akar-akar tanaman jahe merah dapat tumbuh dengan baik. Penggemburan bisa dilakukan menggunakan cetok atau alat lainnya.

Pemupukan

mohiyosrosyid.wordpress.com

mohiyosrosyid.wordpress.com

Selaiin penyiraman, penyiangan, dan penggemburan, pemupukan juga perlu dilakukan secara rutin setiap 2 bulan sekali dengan cara menambahkan pupuk organik di dalam media tanam. Setiap penambahan pupuk, jumlah yang diberikan kira-kira 1/5 ukuran media tanam. Pemupukan ini bisa diberikan sekitar 3 kali selama umur tanaman jahe merah.

Pengendalian Hama dan Penyakit

kunia.wordpress.com

kunia.wordpress.com

Pekerjaan yang satu ini sebenernya dikerjakan jika memang tanaman jahe merah diserang hama dan penyakit. Namun, untuk mengantisipasi hal demikian, perlu juga pengendalian agar tanaman jahe merah terbebas dari hama dan penyakit.

Hama yang sering kali menyerang tanaman jahe merah adalah belanang dan ulat. Untuk pengendaliannya bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

Cara mekanis

Cara mekanis adalah cara yang dilakukan dengan memeriksa tanaman dan membunuh hama jika ditemukan. Cara mudah menerapkan cara ini adalah pada saat melakukan penyiraman tanaman jahe merah. Jadi, pada saat menyiram tanaman, sebaiknya juga dilihat apakah tanaman terdapat hama atau penyakit.

Cara kimiawi

Cara yang satu ini sering kali dilakukan untuk pengendalian hama. Karena cara ini cukup mudah dilakukan jika tanaman jahe merah sangat banyak. Caranya adalah dengan menyemprotkan insektisida pada tanaman. Insektisida yang digunakan sebaiknya insektisida organik dengan bahan aktif tembakau atau lainnya.

Sedangkan penyakit yang bisa menyerang tanaman jahe adalah penyakit layu bakteri dan busuk rimpang yang disebabkan oleh jamur. Hal ini bisa diminimalisir pada saat pemilihan benih dan pengecambahan. Jika benih yang dipilih termasuk benih yang baik dan dalam proses pengecambahan, benih direndam terlebih dahulu menggunakan larutan fungsida (Baca bagian pemilihan benih dan pengkecambahan), maka terjadinya penyakit yang disebabkan oleh jamur kemungkinan kecil terjadi.

Selain itu, proses menjaga agar tanaman tetap bersih dan tidak terlalu lembab juga perlu dilakukan. Untuk tanaman yang sudah terkena penyakit, maka langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menyemprot bakterisida atau fungisida. Jika tanaman jahe merah yang terkena penyakit tidak terlalu banyak, sebaiknya dimusnahkan saja agar tidak menular ke tanaman lainnya.

Memanen

rynari.wordpress.com

rynari.wordpress.com

Masa tanam jahe merah pada umumnya 10 bulan. Setelah 10 bulan, tanaman jahe merah sudah bisa dipanen. Untuk mengetahui apakah tanaman jahe merah sudah siap dipanen atau belum, lihat saja apakah tanaman sudah mulai mengering atau belum. Jika daun dan batangnya sudah mulai menguning dan mengering, itu berarti jahe merah sudah siap dipanen.

Untuk memanen jahe merah ini tidak terlalu sulit karena media tanam yang digunakan adalah karung atau polybag. Cukup menggunakan cetok untuk melakukan pemanenan jahe merah.

Cara penen jahe merah adalah dengan menggali dan membuka karung atau polybag. Setalah itu, angkat rimpang jahe merah dengan hati-hati agar tidak rusak. Bersihkan rimpang jahe merah dari tanah. Biasanya, 1 media tanam yang menggunakan karung berukuran 50 kg akan menghasilkan rimpang jahe merah sekitar 5 kg.

Video Cara Budidaya Jahe Merah

Sekian artikel mengenai “Cara Menanam dan Budidaya Jahe Merah dalam Karung atau Polybag” ini. Jika kamu menyukai artikel ini, jangan lupa untuk share. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>