Dunia Ikan, Ikan Cupang

Mudahnya Budidaya Ikan Cupang | Ternak Ikan Cupang

kaskus.com kaskus.com

Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak diminati oleh banyak orang. Oleh karena itu, tidak heran bahwa banyak breeder kuwalahan untuk membudidayakan ikan ini. Untuk itu, bagi kamu yang minat menjadi breeder, kamu harus memahami cara budidaya  ikan cupang ini.

Menyiapkan Akuarium

Hari pertama yang harus kita lakukan dalam budidaya ikan cupang adalah menyiapkan akuarium untuk tempat pemijahan ikan cupang. Akuarium yang sudah disediakan diisi air dengan ketinggian sekitar 8-12 cm. Air yang digunakan untuk akuarium sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama kurang lebih satu hari agar kandungan at air menjadi normal.

Langkah selanjutnya adalah mengisi akuarium dengan eceng gondok, daun ketapang, atau tanaman yang lainnya. Hal ini berfungsi untuk menampung busa yang dikeluarkan ikan cupang jantan agar tidak pecah.

Memilih Indukan Ikan Cupang

Untuk mendapatkan anakan yang berkualitas, pilihlah indukan yang berkualitas juga. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui ciri-ciri ikan cupang yang berkualitas dan ciri-ciri ikan cupang yang siap dibudidayakan. Berikut ciri-ciri ikan cupang yang sudah siap untuk dibudidayakan.

Syarat Indukan Ikan Cupang Untuk Budidaya

  1. Ikan cupang betina tidak boleh memiliki badan yang jauh lebih besar daripada ikan Cupang jantan
  2. Ikan cupang betina tidak boleh lebih galak daripada jantan
  3. Kalau bisa perkimpoian jantan dan betina yg setipe. ikan cupang serit dengan ikan cupang serit , ikan cupang
  4. halfmoon dengan ikan cupang halfmoon, dan sebagainya.

Ciri-ciri Ikan Cupang Jantan untuk Dipijahkan:

  1. Umur ikan cupang ± 7 bulan.
  2. Bentuk badan ikan panjang
  3. Siripnya panjang dan berwarna indah.
  4. Gerakan ikan cupang agresif dan lincah.
  5. Tubuh sehat dan tidak terjangkit penyakit.

Ciri-ciri ikan Cupang Betina:

  1. Umur ikan cupang ± 7 bulan
  2. Bentuk badan ikan cupang membulat yang menandakan ian cupang siap kawin.
  3. Gerakan ikan mulai lambat.
  4. Sirip ikan cupang pendek dan warnanya kusam atau tidak menarik.
  5. Terdapat telur berwarna putih yang akan keluar dari saluran pembuangannnya
  6. Tubuh sehat dan tidak terjangkit penyakit.

Pemijahan Ikan Cupang

11

Setelah calon indukan ikan cupang dipilih, langkah selanjutnya adalah pemijahan ikan cupang. Ikan cupang biasanya bisa menghasilkan sekitar 1000 butir telur dalam satu kali kawin. Telur-telur tersebut biasanya akan menetas dalam waktu kurang lebih 24 setelah ikan jantan membuhai telur-telur tersebut. Pengalaman dari para breeder, tingkat kematian anakan ikan cupang sangat tinggi. Biasanya anakan ikan yang masih bertahan dalam satu kali kawin sekitar 30-50 ikan cupang.

Dalam kurun waktu 2-3 minggu, indukan jantan mampu dikawinkan sebanyak delapan kali. Sedangkan, indukan ikan cupang betina alangkah baiknya dikawinkan hanya satu kali saja. Karena ikan cupang yang dihasilkan biasanya lebih banyak berjenis kelamin betina jika ikan cupang dikawinkan lebih dari satu kali dalam satu periode.

Langkah-langkah Pemijahan Ikan Cupang

  1. Masukkan ikan cupang jantan ke dalam wadah yang sudah diisi air dan masukkan ikan cupang betina ke dalam gelas plastik yang bening dengan ukuran lebih kecil dari wadah ikan cupang jantan. Kemudian, masukkan wadah ikan cupang betina ke dalam wadah ikan cupang jantan guna memancing ikan cupang jantan untuk membuat gelembung-gelembung yang digunakan untuk menyimpan telur yang dibuahi. Biarkan ikan cupang jantan tersebut di dalam wadah selama satu hari.
  2. Setelah ikan cupang jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina ke dalam wadah yang sama. Waktu pemijahan yang baik untuk ikan cupang biasanya sekitar jam 7-10 pagi atau jam 4-6 sore. Ikan cupang sangat sensitif saat kawin. Oleh karena itu, sebaiknya wadah ikan cupang ditutup menggunakan koran atau letakkan di ruangan yang terhindar dari suara bising dan lalu lintas orang banyak.
  3. Setelah telur-telur tersebut dibuahi oleh ikan cupang jantan, pindahkan segera ikan cupang betina dari wadah tersebut karena ikan cupang betina akan memakan telur-telur tersebut jika ikan cupang betina tidak dipindah.
  4. Telur-telur tersebut akan menjadi burayak setelah kurang lebih satu hari dibuahi oleh ikan cupang jantan. Burayak tidak perlu diberi makanan selama 3 hari kedepan setelah menetas karena masih terdapat nutrisi dalam telur.
  5. Setelah tiga hari, burayak bisa diberikan makan kutu air (moina atau daphnia). Berikanlah makanan yang secukupnya. jika kita terlalu banyak memberikan makanan, sebaiknya langsung akngkat sisa makanan tersebut karena dapat mengotori air, sehingga dapat menyebabkan kematian pada burayak.
  6. Indukan jantan bisa dipisahkan dari burayak setelah berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Burayak tersebut harus dipindahkan pada wadah yang lebih besar dan berikan makan kutu air yang lebih besar atau larva nyamuk.

Makanan Burayak

Burayak biasanya diberi makan dengan menggunakan kuning telur dan cacing sutra. Kuning telur direbus dahulu hingga matang, kemudian kuning telur yang sudah matang dibungkus dengan menggunakan kain dan diikat secara rapat. Celupkan bungkusan kuning telur tersebut ke dalam wadah burayak. Kuning telur tersebut akan keluar sdikit demi sedikit dari kain tersebut dan akan di makan oleh burayak.

Pemberian makanan ikan cupang jangan terlalu sering dan jangan terlalu banyak. Semuanya itu harus disesuaikan dengan jumlah ikan. Karena kuning telur lebih cepat membusuk dan dapat mencemari air. Takaran yang sesuai untuk burayak adalah sekali dalam dua hari dengan lama pencelupan sekitar 3-5 menit.

Ketika memberikan pakan, sebaikknya kita tunggu hingga makanannya habis. Hal ini bertujuan untuk melihat tingkat nafsu makan burayak. Jika burayak tidak terlalu suka, sebaiknya dihentikan untuk sementara.

 

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>