Anak, Kesehatan

Penyakit Congek pada Bayi – Penyebab dan Gejalanya

Gejala Congekan

Penyakit Congek pada Bayi – Congek adalah istilah awam untuk menyebut penyakit dimana terdapat cairan yang keluar dari telinga. Dalam dunia medis penyakit ini disebut Otitis Media Akut (OMA) atau radang telinga tengah. Jangan anggap remeh penyakit yang kerap terjadi pada bayi atau anak ini karena banyak komplikasi yang dapat mengikuti radang telinga tengah yang tak diatasi dengan baik.

Anda tentunya tak nyaman bila bayi atau anak anda mengeluarkan cairan dari telinga yang seringkali berbau tak sedap. Telinga tengah juga merupakan tempat dimana organ-organ penting dalam fungsi pendengaran berada. Radang yang tak teratasi dengan baik seringkali mengganggu fungsi pendengaran anak. Radang juga bisa menjalar ke tulang mastoid yang berada di belakan telinga, bahkan bisa berkembang menjadi radang selaput otak atau abses otak.

Mengingat hal tersebut anda pasti setuju kalau kita tak boleh memandang enteng penyakit ini. Sebagai orang tua kitalah yang bertanggung jawab penuh agar anak dapat terhindar dari congekan. Di sisi lain bila bayi atau anak kita terlanjur menderita penyakit ini, kita dapat mengambil langkah yang paling tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi dari OMA.

Penyebab Radang Telinga Tengah/OMA

sing-sehat.blogspot.co.id

sing-sehat.blogspot.co.id

Agar dapat melakukan upaya pencegahan kita harus mengetahui bagaimana proses terjadinya congekan danapa saja faktor yang berperan dalam terjadinya radang telinga tengah. Infeksi dapat terjadi melalui dua jalur.

Melalui dalam tubuh

Kita awali kisah ini dengan mengenal saluran eustachius tempat bermuaranya rongga telinga tengah, tenggorokan, dan hidung bagian belakang. Kita tahu bahwa bayi atau anak rentan terkena infeksi pada saluran napas (batuk-pilek). Virus penyebab batuk pilek dapat menjalar ke saluran eustachius, membuat saluran tersebut tersumbat dan udara dalam rongga telinga tengah tertahan. Udara yang tertahan ini menimbulkan rasa sakit di sekitar gendang telinga. Selaput lendir di telinga tengah memproduksi lebih banyak cairan untuk melawan infeksi. Gendang telinga menjadi lembek dan bisa pecah sehingga keluarlah lendir dari dalam telinga tengah melalui liang telinga yang biasa kita sebut sebagai congek.

Melalui Liang Telinga

Gendang telinga bisa berlubang bila kita tak berhati-hati saat membersihkan liang telinga atau si kecil memasukkan benda yang dapat menusuk gendang telinga. Adanya lubang di gendang telinga memungkinkan masuknya kuman dari luar dan mengakibatkan infeksi di telinga tengah.

Gejala Congekan

www.beritasatu.com

www.beritasatu.com

Rasa sakit pada telinga akan membuat bayi gelisah, rewel, menangis, dan sulit tidur. Anak yang lebih besar akan mengeluhkan rasa nyeri di dalam telinga. Infeksi dan peradangan yang terjadi dapat menimbulkan demam tinggi. Waspadai resiko timbulnya kejang demam bila demam tak teratasi dengan baik.

Bila gendang telinga pecah dan cairan yang tertumpuk di dalam rongga telinga keluar biasanya rasa nyeri yang timbul juga berkurang. Kalau sudah timbul lubang di gendang telinga, biasanya terjadi infeksi kronis yang kambuh-kambuhan karena lubang pada gendang telinga menjadi “pintu masuknya” kuman yang membuat infeksi terus berulang. Ini bisa merusak organ di rongga telinga tengah dan mengakibatkan gangguan pendengaran.

Sebenarnya komplikasi-komplikasi itu tak perlu terjadi bila anak mendapat terapi radang telinga tengah yang tepat sedini mungkin. Waspadai adanya kemungkinan OMA setiap bayi atau anak menderita infeksi saluran pernapasan seperti batuk-pilek. Bayi anda belum bisa membuang ingus. Kondisi ini juga memudahkan terjadinya penyebaran infeksi ke rongga telinga tengah. Kenali gejalanya dan segera bawa ke dokter bila bayi atau anak anda menderita OMA/congek.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>