Umum

Petualangan Terakhir

treveler Hidup Tak Semudah Kata-kata Mario Teguh

Hidup ini merupakan sebuah misteri. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Bahkan, Anda tidak tahu apa yang akan terjadi satu detik setelah ini. Tetapi, Anda bisa membuat sebuah perencanaan hidup dan berdoa agar rencana yang sudah Anda buat dapat terwujud sesuai harapan dan cita-cita Anda. Tentunya, sebuah harapan yang terbaik menurut Allah SWT. Karena harapan yang menurut kita baik belum tentu baik menurut Allah SWT dan sebaliknya. Allah SWT lebih mengetahui apa yang baik bagi hamba-Nya. Oleh karena itu, kita berdoa sesuatu yang terbaik bagi kita menurut Allah SWT.

Saya juga mempunyai banyak keinginan dan harapan. Sebagian keinginan tersebut dikabulkan oleh Allah SWT dan sebagian lagi belum dikabulkan oleh Allah SWT. Mungkin, keinginan yang belum dikabulkan oleh Allah SWT merupakan keinginan saya yang termasuk keinginan yang tidak terbaik bagi saya. Sedangkan, keinginan yang sudah dikabulkan oleh Allah SWT merupakan keinginan yang baik bagi saya. Dari sekian keinginan yang sudah dikabulkan, terdapat beberapa keinginan yang menghuruskan saya untuk berpindah dan meniggalkan kota kelahiran saya, antara lain:

Hidup di Pesantren

Pondok Pesantren

Anak-anak Sedang Belajar di Pondok Pesantren

Semasa kecil, saya sudah memiliki keinginan untuk belajar di pondok pesantren. keinginan itu muncul ketika saya melihat tetangga saya belajar di pondok pesantren dan saya berfikir “mungkin enak bisa belajar di pondok pesantren”. Setelah beberapa bulan, keinginan tersebut terwujud. saya bisa belajar di pondok pesantren. Tetapi, saya harus meninggalkan kota kelahiran saya karena pondok pesantrennya Terletak di Gresik, Jawa Timur.

Banyak hal yang saya pelajari di pondok pesantren tersebut, mulai belajar sholat 5 (lima) waktu secara berjamaah sampai belajar membaca Al-Quran. maklum, ketika saya belajar di pondok pesantren, saya masih belum lulus TK. Sehingga, sholat 5 (lima) waktu belum merupakan sebuah kewajiban dan belum saya terapkan ketika saya di rumah. Selain itu, saya juga belum bisa membaca Al-Quran ketika pertama datang di pondok pesantren. Hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi saya sampai sekarang.

Berpindah ke Jakarta

Monas Adalah Icon DKI Jakarta

Monumen Nasional Merupakan Icon DKI Jakarta

Sewaktu SMP, saya pernah berkunjung ke jakarta. Kesan pertama pada saat itu adalah jakarta merupakan kota yang bagus karena saat itu misinya hanya berkunjung dan jalan-jalan saja. Jadi, tempat yang dikunjungi adalah lokasi pariwisata. Maka dari itu saya punya keinginan untuk bisa tinggal di sana.

Setelah lulus SMP, keinginan untuk tinggal di Jakarta terwujud. Saya pindah di Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA. Pada saat itu, saya sangat senang karena keinginan saya bisa terwujud. Tetapi, seiring berjalannya waktu, saya merasakan bahwa Jakarta merupakan kota yang sudah tidak kondusif lagi. kota yang terlalu bising, padat, dan setiap tahun berlangganan dengan banjir. Di sisi lain, saya sangat bersyukur karena mendapatkan banyak ilmu kehidupan dari teman-temanku di sana. (Baca juga: Hidup Tanpa Teman)

Belajar di Kampung Inggris

Kampung Inggris di Pare, Kediri

Kampung Inggris Hanya Sebutan Sebuah Desa di Pare, Kediri

Saya mungkin merupakan orang yang paling “bodoh” di dunia ini. Belajar bahasa inggris mulai kelas 4 (empat) SD sampai dengan kelas 3 (tiga) SMA masih belum mengerti dan faham tentang bahasa inggris. Bahkan, hal yang lebih parahnya lagi, bahasa inggrisnya kata “yang” saja saya tidak tahu. Saya mencarinya di kamus lengkap bahasa inggris-indonesia. Tetapi, saya tidak menemukannya. Saya malah menyalahkan kamusnya karena tidak lengkap. padahal, di kamus tersebut tertulis kamus lengkap bahasa inggris-indonesia.

Saya mulai berpikir apakah saya memang benar-benar “bodoh” atau sistem pendidikannya yang “salah”. dari pertanyaan itu, saya mencari jawabannya. saya belajar bahasa inggris setelah lulus SMA di kampung inggris, pare, kediri. Setelah beberapa bulan saya belajar di sana, saya mulai menemukan jawabannya. Ternyata ada yang salah dari sistem pendidikan di negeri ini. Saya belajar bahasa inggris 9 (sembilan) tahun di sekolah formal tidak faham sama sekali tentang bahasa inggris. Tetapi, saya belajar beberapa bulan saja di kampung inggris, saya sudah mulai memahami tentang bahasa inggris.

Kota Jember

Kebudayaan Jember

JFC Merupakan Salah Satu Perayaan di Jember

Banyak orang yang menginginkan pendidikan tinggi, baik orangtua maupun anaknya. Hal tersebut sama dengan saya, saya menginginkan pendidikan yang lebih tinggi meskipun saya tidak tahu manfaat pendidikan formal yang tinggi. Saya hanya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi  dan keinginan itu dapat terwujud. Saya melanjutkan pendidikan di Universitas Jember, Jember.

Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapat ketika saya di Jember. Tetapi, ilmu dan pengalaman tersebut kebanyakan tidak saya dapatkan di bangku kuliahan. Tetapi saya mendapatkannya melalui teman-teman terdekat saya. Saya bergabung dengan sebuah organisasi kampus dan dari itu, saya mengenal dunia kewirausahaan dan mulai mempunyai keinginan untuk dapat menghafalkan Al-Quran. Karena saya mengenal banyak para penghafal Al-Quran melalui organisasi itu. Saya mulai muncul perasaan “iri” kepada mereka. Karena kita mempunyai waktu yang sama, satu hari pasti 24 jam. Tetapi, mereka bisa menghafalkan Al-Quran. Sedangkan, saya surat-surat pendek saja belum hafal. Oleh karena itu, saya timbul sebuah keinginan tinggal di pondok pesantren lagi untuk dapat menghafal Al-Quran sebelum saya menyempurnakan agama ini.

 Pesantren Sintesa di Jogja

Pesantren Sintesa di Jogja

Logo Pesantren Sintesa

Saya tidak banyak berharap dengan ijazah yang sudah saya miliki. dengan memanfaatkan ijazah, saya akan menjadi seorang karyawan. Saya akan bekerja mengikuti perintah orang dan penghasilan saya sudah ditentukan oleh perusahaan. Oleh karena itu, saya ingin menjadi seorang wirausaha dengan penghasilan yang tidak menentu dan setiap hari berharap mengalami penigkatan.

Saya berusaha belajar menjadi wirausahawan. pembelajarannya tidak melalui buku. Tetapi, saya langsung praktek. Banyak usaha yang sudah saya buka. Tetapi, sekian banyak yang saya buka belum ada yang berhasil dan sukses. Akhirnya, teman saya menyarankan untuk berbisnis online.

saya belum mengerti sama sekali tentang bisnis online. saya mulai belajar secara otoditak mengenai hal ini. Tetapi masih belum menuai hasil. Suatu ketika, saya melihat informasi yang dibagikan teman saya melalui facebook mengenai pendaftaran pesantren sintesa. di pesantren sintesa ini, kita diajarkan tentang bisnis online. Selain itu, kita juga diharuskan untuk menghafal Al-Quran. Tanpa berfikir panjang, saya langsung mendaftar dan alhamdulillah saya sudah dapat belajar di pesantren ini. (Baca juga: Pesantren Sintesa)

Saya berharap setelah belajar dari pesantren sintesa ini keinginan saya menjadi seorang pengusaha dan dapat menghafalkan Al-Quran bisa terwujud. Selain itu, saya juga berharap bahwa ini merupakan petualangan saya yang terakhir dan saya dapat kembali di kampung halaman bersama keluarga yang sempurna dan agama yang sempurna.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>